Uncategorized

Jaringan Pekerja Sosial Indonesia (JAPEKSI): Ada Peluang Peksos ke Luar Negeri

Jakarta (1/5/20) – Dalam rangka menggali prospek masa depan pekerja sosial bidang kesehatan di dalam dan luar negeri, Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan bekerja sama dengan Jaringan Pekerja Sosial Indonesia (JAPEKSI) menyelenggarakan program Ngabuburit Series bersama beberapa narasumber diantaranya Prof Adi Fahrudin, Ph.D (Guru Besar Pekerjaan Sosial UMJ Jakarta), Kristina Ririn Kristanti, SST (Ketua APSMI dan Pekerja Sosial Medis RSUP Dr.Sardjito), Heru Maulana, S.Sos (Pekerja Sosial Muda di RSJ Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta), Suarni Daeng Caya, M.Si (Ketua Yayasan Sakura Indonesia)

Dalam sambutannya Ketua Japeksi yakin bahwa pekerja sosial akan percaya diri tampil sejajar dengan profesi lainya, tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan masyarakat, juga akan berdampak pada pemahaman semua orang bahwa praktik pekerja sosial berbeda dengan TKS dan relawan sosial. Pekerja sosial terutama di daerah harus memiliki daya saing, meningkatkan kompetensi praktik, dengan jalan ini Profesi pekerja sosial tidak akan tertinggal dan menjadi olok-olok pilar-pilar sosial lainya.

Secara bersamaan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Binawan menyampaikan bahwa kegiatan ini memicu semua mahasiswa dan juga stake holder untuk bisa lebih memahami fungsi dan peran pekerja sosial adalah sangat penting khususnya di masa pandemi ini.

Kegiatan yang dipimpin oleh Meri Esterilita, S.Tr.Sos. Sp.P.S.A selaku moderator yang merupakan salah satu dosen dari Universitas Binawan serta bapak Rendi Mark S. Duha, S.Tr.Sos dari Studi Pembangunan USU sebagai host.

Sebanyak 200 peserta turut berpartisipasi dalam acara Webinar Nasional ini, dari berbagai bidang ilmu serta pihak internal Universitas Binawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *